Text
Implementasi Penggunaan Mesi X-Ray Dan Big Data Dalam Rangka Manajemen Resiko Pada Fasilitas Perdagangan Di Kantor Bea Dan Cukai Tanjung Priok
Penerapan mesin X-ray sejak 2022 mempercepat waktu customs
clearance, namun peningkatan waktu dwelling time pada 2024
menunjukkan perlunya pengamatan mendalam terhadap dampak
penggunaan mesin pemindai peti kemas, terutama pada proses preclearance yang justru mengalami perlambatan. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis implementasi penggunaan mesin X-Ray dan Big Data
dalam rangka manajemen risiko pada fasilitas perdagangan di Kantor
Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok. Dengan menerapkan
kerangka SAFE Framework dan Peraturan KMK-577/KMK.01/2019,
kombinasi teknologi non-intrusive inspection dan pemrosesan data besar
memfasilitasi pemeriksaan selektif, meminimalkan dwelling time, serta
meningkatkan kepatuhan perpajakan impor. Studi kualitatif berbasis
wawancara mendalam dengan tujuh informan mengidentifikasi dimensi
komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur organisasi, serta hambatan
dan upaya perbaikan. Hasil menunjukkan bahwa implementasi telah
berjalan dengan baik dibuktikan dengan sosialisasi yang beragam,
pelatihan terpadu, dukungan manajemen risiko, dan struktur birokrasi yang
terkoordinasi secara sinergis mengurangi waktu tunggu pemeriksaan,
meski hambatan teknis dan budaya kerja masih perlu diatasi melalui
peningkatan interoperabilitas sistem, pelatihan lanjutan, dan regulasi yang
memadai.
No other version available